DEBAT MASALAH KEJAHATAN

Suatu waktu, ada beberapa kawan yang memperdebatkan, apakah perilaku “kejahatan” itu diciptakan Tuhan atau bukan?. Seorang teman yang berpikiran “liberal”, menyatakan, kalau Tuhan menciptakan kejahatan, berarti Tuhan itu sendiri “sumber kejahatan”. Nau’udzubiLlahi min dzalik!

Untuk meluruskan pemahaman di atas, Saya akan memberikan ilustrasi dari sebuah pengalaman seorang ilmuwan terkemuka. Suatu waktu ada seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”. “Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi. “Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”
“Tentu saja,” jawab si Profesor
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”
“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.
Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”
Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”
Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”
Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”
Profesor itu terdiam.
Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.
Semoga ilustrasi tadi bisa menjawab kegalauan yang dirasakan oleh sahabat Saya, umumnya buat Anda semua.

24 thoughts on “DEBAT MASALAH KEJAHATAN

  1. satu hal yang aku salut, ternyata orang sehebat eistein saja mengakui ke Maha-an Tuhan, sementara saat ini banyak orng yang tidak sehebat eistein sudah “melupakan” keberadaan Tuhan

    • yups, bener bgt. om einstein itu cerdas bukan cuman masalah pengetahuan aja tapi juga masalah keagaamaan. tapi sayang beliau bukan muslim, apapun agamananya kalo ada yang baik boleh kita ambil. bukan begitu bukan..??

    • ya iyalah se hebat-hebatnya dan sepandai-pandainya manusia tetap ilmu manusia bagaikan air yang menetes dari ujung jari yang di celupkan di lautan.
      ALLAH HU AKBAR

    • yups, tepat. jadi klo kita bilang jahat blum tentu orang lain juga sama . itu tergantung pribadi masing – masing, tapi kita udah ada standart kebaikan itu seperti apa . klo ada yang nanya kebaikan itu serperti apa, paling saya jawab “SEPERTI ROSULULLOH”

  2. maff numpang lewat !jika bukan tuhan yang menciptakan kejahatan(ntalah apa bahasa mau kurang baik mau tidak baik mau kejahatan tiukan cuma metabahasa manusia) !seolah anda membatasi kekuasaan tuhan!imam syafei pernah berkata “sekuat apapun aku menghendaki sesuatu jika Allah tidak meridhai niscaya itu tidak akan terjadi,dan sekuat apapun aku menghindari sesuatu jika a Allah menginginkan itu maka terjadilah”
    wassalam

    • silahkan mas, blog ini bebas buat di masukin sapa ajah….
      jadi menurut anda, postingan saya yang kurang relefan atau saya salah mentafsir, atau apa lagi yaaah…???
      jika ada suatu hal yang menyimpang dari artikel yang saya posting ,mari kita luruskan lagi hal yang menyimpang.
      {revisi comment balesan kemaren}

  3. Ping-balik: Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan « Dianhadiyansyah’s Weblog

  4. @ang2ara_cool :
    sekali, lagi maaf cobalah berpikir jernih lihat comment mereka yang akhirnya menyimpulkan kejahatan itu bukan ciptaan tuhan, dengan kata lain berhati – hatilah jangan sampai murtad tidak sadar. saya harap tuan ang2ara yang baik hati ini tidak sembarangan meposting artikelyang menjurus kepada pemurtadan tidak sadar.jika anda ingin tau jawaban coba cernalah kata2 guru besar Kita Imam syafe’i.saya nyakin anda lebih jenius dan pintar dari pada saya yang kaya “tae”,”sotoy” dan “songong” ini.sekian dan terima kasih.

    • untuk mas ang2ara_cool saya hargai pendapat anda, entah itu mungkin karena anda ngefans sangat pada saya sampai anda menggunakan nama saya sebagai id (terharu mode : on).jika anda ingin menghubungin saya bisa PM saya lewat YM di ang2ara, saya tunggu setiap pesan dari anda. mungkin untuk yang satu ni saya memerlukan pemikiran jernih untuk memberi tanggapan dari commnet anda.

      yang saya ingin tekankan dalam post ini bukanlah masalah di ciptakan oleh siapa, tapi jika anda menelaah post ini lebih jauh ada sebuah pesan yang ingin di sampaikan. jelas sekali memang tuhan menciptakan segalanya, baik yang baik maupun yang buruk, tapi mungkin jika saya tidak lancang , apakan pantas kita berbicara bahwa IA menciptakan suatu yang buruk tanpa alasan yang jelas? bukankan disetiap sesuatu itu ada yang baik dan yang buruknya juga?
      kenapa ada gelap? apa gelap itu sesuatu yang buruk? lalu jika gelap itu buruk, kenapa harus ada gelap?
      karena segala sesutu itu saling berhubungan dan melengkapi. jadi jika saya tidak lancang , kalimat mana yang anda rasa saya “membatasi kuasa TUHAN”…

      dalam tanggapan saya yang pertama saya memberikan 2 tanggapan , pertama tanggapan saya yang halus dan tanggapan saya yang radikal yang mungkin bahasnaya sedikit mengandung unsur kekerasan. dari situ saya ingin mengetahui sejauh mana anda mengambil sesuatu dari sumber yang sama. anda yan memilih….

      untuk tanggapan yang pertama saya refisi karena tidak sesuai dengan etika ngeblog yang sesuai. jadi untuk para blogger dan para pembaca sekalian saya mohon maaf untuk tanggapan saya yang pertama terpaksa saya hapus, karena saya tidak mau memberikan contoh yang tidak baik untuk para blogger mania di mana pun anda berada.

      akhir kata saya ucapkan, ambilah yang baik dari apa yang saya post tapi jika ada kesalahan mohon dimaklum karena saya juga manusia biasa yang tak pernah lepas dari “KEBURUKAN”.

      al – fakir

      anggara jauhari

  5. yup, mas anggara emang bijak yagh anda adalah sumber inspirasi bagi saya, kalau anda tidak meposting itu mana mungkin saya memikirkan yagh sampai sekarang! “apakan pantas kita berbicara bahwa IA menciptakan suatu yang buruk tanpa alasan yang jelas? bukankan disetiap sesuatu itu ada yang baik dan yang buruknya juga?”
    cukup menarik walau saya sumpah binggung mau jawab apa! yagh kan kita tahu semua ciptaan Allah itu tak ada yang sia2!jika Allah mencipatakan sesuatu yang sis2 apakah kita masih patut untuk mengimani-Nya.saya rasa hal ini talah tgas di tekankan dalam al-Quran.dalam hal ini berlaku hukum sebab akibat memang hakikatnya dia lah yang menjadi gerak apa yang menjadi kehandak bebas manusia(freewil).walau Dia-lah penggerak yang menjadikan sesuatu menjadi. pada dasarnya itu adalah kehendak bebas manusia. tapi hakikat dari pada hal itu menjadi itu semua ada di tangan yang menjadikannya.terima kasih.

  6. hallahh,banyak perlente elo be 2 ……
    sok theokrasi ,tp ga nyambung ngemeng apaan sih lo ,tong ?????

    eh cool,ama garong mending lo bikin stensil ajah dah lebih baek, daripada ngetik2 kalimat wacana yg guna kyk gt

    GOBLOK BANGET TAU !!!!!!!!!!!!!!!!!
    FUCK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    • yo yo, dasar lo fans nya luciever. tempat lo bukan disini dudul…sono pindah ke forum tetangga, kumpulin cendol biar banyak…
      BTW “Stensil” itu apaan seeh..??

  7. tyo emang hebat, mohon bimbingan yagh !harus apaan yagh?????coba kk posting yang menurut kk tyo berguna maklum saya masih kelas satu sma.

  8. yah eyahhh lahhh gw getoohhhhh locchhh……..

    lo harus apa????

    sini sini, garukkin k*nt*l gw dwehhhh ampe b*ca*t yah😉

    gatel nie….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s